Mata Rembulan

Dalam hening, berkawan dengan sunyi
Langkah-langkah yang telah terlewati
Seperti berputar balik memutari ingatan
Hingga nyata dalam ruang semu
Apakah terlihat?

Segalanya seakan telah ku tabrakan
Darah yang telah menyatu dalam harapan
Melangkah pada jalan yang penuh duri
Hingga perih terluka pun ku hiraukan
Apakah terasa?

Sesak tersimpan dalam sanubari
Gemuruh suara sesakan ruang angan
Tak bisa terlepaskan menyeringai ke udara
Layaknya dawai yang telah berkarat
Apakah bisa jelas terdengar?

Lelah tak selalu bisa tertulis 
Karena hanya ada rasa di setiap langkah
Begitupun dengan ambisi
Karena selain kata dan rasa
Apa lagi yang terlihat nyata?

Jakarta, 28 Februari 2022
-Dix.

Comments

Popular Posts