Oh! Cover
Soal cover lagu didenda. Menurut gue cover lagu selain dari bagian self expression. juga untuk musisi ngumpulin "portofolio". Gunanya apa? Ya Branding, yang kearahnya dapet job dong. Dan juga, dengan orang nge-cover itu bagian dari promosi. Jaman sekarang, gak cover main musik aja. cover ngedance kaya jaman sekarang di TikTok contohnya juga cara bagian dari promosi.
Yang gue tau. Youtube udah otomatis kedetect kok buat pemakaian lagu yang di-cover ke publishernya. Selama karya tersebut didaftarkan
Sebenarnya, pengen denger ada solusi apa, terutama untuk independent artist yang gak di dalam perusahaan rekaman besar.
supaya mudah, murah dan cepet melegalkan karyanya dan dapet royalti. Jadi bisa hidup tenang gitu hidup di mari.
Tapi, gapapa juga untuk memperketat soal hak cipta. terutama untuk live showbiz. Terutama nge-filter tribute/cover band yang modal ngulik lagu doang tanpa knowledge tentang band yang dicover/tribute. Otomatis kualitas band dana eventnya makin naik juga.
Kalo gak salah, waktu belajarin hak cipta, di negara luar. Kalo cover/tribute band bayar "setlist" ke music store. Gue sih kalo itu fine aja.
Plus, ngehargain musisi yang bener die hard fans terus jadi band Tribute. Contohnya kaya ngeliat G-Pluck sebagai Beatles Tribute band.
Terus, untuk EO juga gak nawar harga gila. Gila kemurahan maksudnya atau "thank you project". Selain bayar untuk transport, perlengkapan teknis ada spent budget untuk bayar royalti.
Kalo sudah seperti itu jadinya kalo baca poster "Indie event" yang jelas-jelas bawain lagu sendiri. Gak perlu request lagu cover lagi kan.
Main musik itu memang pilihan, tapi cinta dengan musik gak milih soalnya.
Words & Photos by Dix.
Comments
Post a Comment